Selasa, 28 September 2010

Teori Modernisasi dan Teori Dependensi

Judul : Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi
Pengarang : Mansour Fakih
Penerbit : INSISTPress
Tahun terbit : 2008
Bagian Buku : Teori Modernisasi dan Teori Dependensi
Isi buku
Latar belakang lahirnya teori ini adalah bentuk respons kaum intelektual terhadap perang dunia yang bagi kalangan evolusi dianggap jalan menuju perubahan. Teori modernisasi yang lahir disaat memasuki Perang dingin menjadikan teori ini terlibat perperangan ideologi(konteks perang dingin) . Dalam konteks sejarah lahirnya teori modernisasi merupakan cara kaum kapitalis untuk membandung sosialisme yang sedang berkembang pasca perang dingin. Teori ini pada merupakan gagasan tentang perubahan sosial yang kemudian menjadi ideologi yang disebabkan oleh dukunan dana dan politikyang luar biasa besarnya dari pemerintahan, organisasi dan pihak swasta di Amerika Serikat.
Teori modernisasi merupakan gerakan sosial yang bersifat revolusioner, kompleks, sistematik yang mempengaruhi manusia melalui proses yang bertahap untuk menuju hegemoni dan bersifat progresif. Namun teori modernisasi ini tentunya banyak mengalami kekurangan dimana lambatnya pembangunan dan adanya ketergantungan dari negara dunia ketiga, khususnya di Amerika Latin. Sehingga muncullah teori dependensi (ketergantungan) yang memiliki saran yang radikal, karena teori ini berada dalam paradigma neo-Marxis yang mengkritik teori modernisasi yang tidak menyelesaikan permasalahan mengenai keterbelakangan. Teori ini tidak saja mengecam teori modernisasi tetapi juga memberikan perspektif intelektual alternatif tang berakar pada dunia ketiga dan berfungsi sebagai katalis dalam perkembangan teori pembangunan selanjutnnya.
“Ketergantungan merupakan “situasi yang mengkondisikan”, yang didalam ekonomi sekelompok negara dientukan oleh pembangunan dan perkembangan kelompok lain. Hubungan saling ketergantungan antara atau lebih sistem perekonomian, atau antara perekonomian iu dan sistem perdagangan dunia menjadi hubungan ketergantungan bila beberapa negara dapa berkembang hanya sebagai bayangan perkembangan negara dominan, yang mungkin memiliki pengaruh positif atau negatif pada pembangunan mereka berikutnya.” (Dos Santos 1970 : 231 )
Pembahasan.
Teori modernisasi merupakan cara pandang negara modern terhadap dunia ketiga yang terbelakang, yang mengupayakan pembangunan namun teori kemudian hanya menjadi kolonialis baru dimana teori ini tidak menyelesaikan keterbelakangan yang di alami oleh amerika latin dan dunia ketiga. Secara kasat mata dapat dikatakan telah terjadi proses homogenisasi budaya dunia. (fastfood) dengan hanya mencontoh (akulturasi) atau melakukan “cultural borrowing” (westernisasi). Hal ini sejalan dengan aliran pemikiran yang berakar pada perspektif fungsionalisme maka aliran modernisasi memiliki ciri-ciri dasar antara lain: ”Sumber perubahan adalah dari dalam atau dari budaya masyarakat itu sendiri (internal resources) bukan ditentukan unsur luar”. Teori ini melupakan kultur yang berkembang di dunia ketiga dan lebih banyak mengacu pada kepentingan negara amerika serikat dan negara maju lainnya.
Munculnya teori dependensi diupayakan agar dunia ketiga bisa mandiri dan bisa berkembang tanpa adanya intimidasi negara maju. Teori dependensi mewakili “suara negara-negara pinggiran” untuk menantang hegemoni ekonomi, politik, budaya dan intelektual dari negara maju. Menurut Cardoso sebagai tokoh utama teori Dependensi Baru, negara Dunia Ketiga tidak lagi hanya semata bergantung pada asing, tetapi sebagai aktor yang aktif yang secara cerdik berusaha untuk bekerja sama dengan modal domestik dan modal internasional. Konsep ini dapat menjelaskan sekalipun dalam era globalisasi wajah lain dari kapitalisme internasional telah melakukan penetrasi kultural ke segala mata angin dunia, maka seharusnya ekspresi kebudayaan dunia akan bermuka tunggal dalam satu kontrol. Seluruh ekspresi kebudayaan termasuk ekspresi simboliknya akan mengacu pada ekspresi dominan dalam nama pasar. Tidak ada celah lagi untuk menjadi independen. Namun kenyataannya masyarakat secara cerdik memanfaatkan intrusi pasar itu menjadi terobosan identitas.
Kesimpulan
Kita mampu mengetahui 2 teori yang bertolak belakang ini, dan memang tidak ada teori yang sempurna. Teori modernisasi yang di penuhi unsur kepentingan negara maju yang sejogyanya dilahirkan untuk menghapus keterbelakangan di dunia ketiga telah menjadi kolonialis baru yang menghegemoni dunia ketiga dengan unsur, budaya dan prilaku dari negara maju. Lahirnya teori dependensi yang merupakan “suara pinggiran” di harapkan mampu menghapus keterbelakangan dan meningkatkan kemajuan di dunia ketiga serta hidup seimbang dengan negara maju yang selama ini mempengaruhi surplus pasar.

Referensi lain :
Hettne, Bjorn. 2001.Teori pembangunan dan tiga dunia.Gramedia, Pustaka utama. Jakarta


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar