Rabu, 25 Maret 2015

Wanita Cerdas untuk Generasi Cerdas


Sudah lama blog ini berlaba-laba alias tidak termanfaatkan lagi dengan baik, meski hanya sekedar share tulisan dari perkulihan " Ilmu Politik". Mumpung ada ide dan banyaknya waktu yang terbuang sia-sia akibat tesis yang dirundung kemalasan maka sejenak kita bicara di luar "ilmu politik". Hidup gak melulu ilmu politik, tetapi ilmu politik melulu hidup sob. (artinya, hidup bukan persoalan politik semata, perut, pacar juga misaal. Tetapi lewat ilmu politik semua yang hidup ditentukan, lewat kebijakan baik dari awal, proses dan hasil)

baiklah, mari bicara intelegensia (IQ). Ada anekdot, " jika anda ingin anak cerdas, carilah istri guru". Why should teacher?? why not scientist?? or politician??  sebenarnya bukan gurunya, tetapi wanitanya..

Dian Sastrowardoyo pemeran utama wanita  dalam film AADC merupakan wanita berpendidikan tinggi, S1 Filsafat UI dan S2 Ekonomi UI Cum Laude. Pekerjaannya utama saat ini adalah jadi ibu rumah tangga bagi syailendra dan Ariandra. Belakangan ada kalimat Dian yang di kutip oleh Indonesia has Quote

" terserah akan kerja apa, akan jadi ibu rumah tangga sekalipun. Yang terpenting wanita harus berpendidikan tinggi, cerdas otaknya karena dari dialah akan lahir anak-anak cerdas, penerus bangsa"

Kenapa seorang Dian Sastro bicara demikian, hal ini tidak lebih karena ilmu kromosom. Masih ingatkah anda tentang ilmu kromosom yang di pelajari pada SMP dan SMA (terutama anak IPA) ??

Sejenak mari kita flash back...

X Penentu Kecerdasan

Kromosom pertama kali dikenalkan ole W. Weldeyer yang menyatakan bahwa Ia adalah pembawa gen yang terdapat di dalam inti sel (nukleus).Kromosom terdiri dari DNA, RNA (asam ribo nukleat) dan protein.
Dalam keadaan normal, setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom yang terdiri atas 22 pasang kromosom autosom dan sepasang kromosom seks. Ada 23 kromosom berasal dari ibu yang disebut kromosom XX dan 23 pasang lagi berasal dari ayah yang disebut kromosom XY.

wanita >> XX
laki2   >> XY << X dari Perempuan (Ibu)

Bicara faktor genetik dalam kecerdasan seorang anak, faktor genetik itu dipengaruhi oleh Ibu  Menurut ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands Dr Ben Hamel “Pengaruh itu sedemikian besar karena tingkat kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari ibu”

wanita  >> X X << ( dua kromosom X)
laki2     >> X (wanita) Y (Laki2) << ( hanya 1, dan merupakan bawaan dari Ibu)

Dalam perkawinan silang antara Ibu (XX) dengan ayah (XX) dalam pengaruh kecerdasan dapat menjadi :
  1.  XX (perempuan) >> Jika ibu cerdas ayah (ibunya) cerdas = cerdas sekali (jenius) / tidak sama sekali ( kelainan)
  2.  XY (Laki-laki) >> kecedasannya ditentukan X (Ibu dari ayahnya)
Berikut akan lebih jelas memahami faktor genetik dalam keturunan:
  • andai ibu    = X(125) + X(130)
  • andai ayah = X (140) + Y (zero)
maka hasil IQ keturunannya
  • anak perempuan XX = X(125)+ X(140)/ 2 = 133
  • anak perempuan XX = X(130) + X (140)/2 = 135
  • anak laki-laki XY      = X (125) + zero = 125
  • anak laki-laki XY      = X (130) + zero = 130
Dari hasil ini dapat dilihat pengaruh kromosom iu dalam keturunan, faktor X dalam perempuan sangat menentukan tingkat intelegensia anak. Bila ingin paham lebih dalam dapat secara seksama membaca buku “Hereditary Genius” by Francis Galton ( IQ 200) atau membuka situs National Center of Biotechnology Information, untuk mempelajari perkembangan ilmu biologi terutama.

Kecerdasan pada otak  yang optimal apabila memiliki kemampuan berfikir kreativ dan innovative pada saat yang tepat. Untuk mendapatkan sel otak yang bisa berfungsi maksimal, selain factor genetic, juga dipengaruhi oleh asupan gizi, dan ransangan luar. Artinya disamping faktor utama genetik, kecerdasan otak diperoleh dari faktor lain seperti lingkungan.

Sekarang tiba pada pertanyaan "Bagaimana Seorang Ibu Berperan Penting dalam Pewarisan Kecerdasan Anak?" "Bagaimana bisa seorang ibu menjadi penentu kecerdasan anak-anaknya? " Tentunya faktor kromosom tadi juga ya guys,,bagi para laki-laki, jangan emosi atau minder yaa...simak dulu penjelasannya..

ada hal yang perlu disimak lagi,  pada dasarnya seorang anak terlahir dari pertemuan antara sperma (laki-laki) dan ovum (perempuan) melalui proses fertilisasi dimana setelah terjadi proses fertilisasi tersebut, kedua sel gamet itu akan melebur menjadi satu dan membentuk zygot kemudian membelah menjadi morula, blastula, gastrula, dan berdiferensiasi menjadi makhluk hidup kecil di dalam rahim yg disebut dengan fetus (janin).


Ovum merupakan sel gamet yang terdiri dari inti sel dan sitoplasma lengkap dengan organel-organel yang akan berperan dalam proses pembelahan dan perbanyakan sel. Sperma merupakan sel gamet yang terdiri atas kepala dengan inti sel dan ekor yang mengandung mitokondria sebagai pemberi energi bagi pergerakan sperma. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa 14 jam setelah proses fertilisasi maka ekor sperma yang mengandung mitokondria akan dilepas dan dibuang, inti sel ovum dan sperma akan melebur menjadi satu sehingga terbentuklah sel baru (zygot) 2n. Inti zigot merupakan gabungan antara inti sperma dan ovum sedangkan sitoplasma dan organel-organel sel berasal dari organel sel ovum. Dari penjelasan ini dapat diketahui bahwa prosentase peran ovum lebih besar daripada sperma dalam aktivitas pembelahan sel selanjutnya.

Di sinilah awal peran Ibu dalam menentukan kecerdasan, yaitu melalui mitokondria. Yang menarik, mitokondria ini hanya diwariskan oleh ibu, tidak oleh ayah. Sebab, mitokondria berasal dari sel telur bukan dari sel sperma (sebagaimana penjelasan sebelumnya). Dalam setiap sel manusia ada sebuah organela yang sangat strategis fungsinya. Organela ini dinamakan mitokondria. Organelnya berongga berbentuk bulat lonjong, selaputnya terdiri dari dua lapis membran, membran dalam bertonjolan ke dalam rongga (matriks), serta mengandung banyak enzim pernapasan. Tugas utama mitokondria adalah memproduksi kimia tubuh bernama ATP (adenosin tri phosphat). Energi hasil reaksi dari ATP inilah yang menjadi sumber energi bagi manusia. Mitokondria bersifat semiotonom karena 40 persen kebutuhan protein dan enzimnya dihasilkan sendiri oleh gennya. Mitokondria adalah salah-satu bagian sel yang punya DNA sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel. Itulah sebabnya investasi seorang ibu dalam diri anak mencapai 75 persen.

nah begitu pentingnya seorang wanita cerdas untuk anak yang cerdas bukan?
tapi perlu diketahui bahwa secerdasnya laki-laki memang melebihi kecerdasan perempuan, tetapi sebodoh-bodohnya perempuan akan ada lelaki yang lebih bodoh...

jadi, penting ternyata mencari wanita cerdas yang berasal dari rahim wanita cerdas, atau mencari laki-laki dari rahim wanita cerdas....

nah pada kesimpulannya menurut saya..." semakin cerdas seorang lelaki, akan sangat menyayangi wanitanya (ibu dan perempuanya), tetapi andai lelaki itu cerdas tapi menyianyiakan perempuannya sungguh malang ibunya, kecerdasan yang sia-sia"

tetapi bagi perempuan yang berpendidikan tinggi tunggu dulu, jangan senang hati bahwa anda akan melahirkan anak dg superior IQ...Pendidikan tinggi bukan semata formalitas dan legalitas berupa ijazah yaa... karna kecerdasan optimal itu terletak pada penggabungan IQ, EQ, SQ.. 
lagi dan lagi bukan salah satu diantaranya atau dua saja... tetapi keutuhan dari kesemuanya sebagaimana firman ALLAH bahwa "akan ditinggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan" INGAT bukan iman saja, tapi ilmu juga karna iman tanpa ilmu bagaikan rumah tanpa tiang dan sebaliknya...

jadi bagi wanita-wanita yang ingin melahirkan generasi "superior" (IQ normal rata-rata 110-127) jadilah wanita terdidik dan berpendidikan. Karna dari rahim kalianlah nantinya penerus bangsa sekalipun akan ditentukan. Dan bagi laki-laki yang ingin mengubah keturunan terutama "cerdas" maka carilah wanita cerdas IQ, EQ dan SQ nya tentunya.

bagi yang butuh panduan, manusia dengan IQ tinggi yang bisa anda jadikan "perbaikan keturunan" kelak dapat dilihat dari karakter berikut dan biasanya karakter ini include pada manusia IQ tinggi.
  • sering tertawa atau tersenyum
  • percaya diri tinggi ( over confidence)
  • suka bica sendiri (freak)
  • sering tidur larut malam (insomnia)
  • punya kemauan keras (mandiri dan gigih)
  • merasa lebih banyak tau dari orang lain (rasa ingin tau tinggi)
  • cepat bosan
  • tidak populer
  • asik dengan diri sendiri
  • bicara intelek atau bahasa kaku
  • melihat lebih luas
Oke guys, penting bukan mempelajari kromosom dan perkawinan genetik.  Puji tuhan penulis pernah jadi bagian dari tim olimpiade IPA waktu SD, dan biologi waktu SMA jadi gak melulu bahas Ilmu Politik, meski untuk hidup ini melulu Ilmu Politik.

tapi asal diketahui, dalam perkembangan Ilmu Politik sejak tahun 1980an, berkembang pendekatan ilmu politik baru yakni BIOPOLITIK. Mengamati politik dari ilmu biologi. Dan metode genetika dalam ilmu biologi dapat dipakai dalam penelitian genetika dalam politik. Misalnya untuk melihat genetika politik dalam seorang pemimpin.. ada hipotesis " pemimpin itu ada faktor keturunan" bagi orang yang dengan pendekatan biologi bisa mempercayai ini, tapi bagi pendektan politik lainnya seperti teori lingkungan " pemimpin itu proses lingkungan" why not bukan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. ( next time, I will try to explain biopolitical for you)

So, percayalah harta yang tidak akan lekang oleh jaman baik hidup atau mati adalah "ilmu pengetahuan" jangan sia-siakan kebebasan dan kemerdekaan untuk menggalinya...Tetaplah jadi pribadi cerdas otaknya, cerdas emosinya, dan cerdas spritualnya...

Sebagaimana saya selalu berkata " Tuhan, biarkan imajinasiku mengangkasa, pribadi yang membumi dan jiwa yang bebas berkemanusian berlaku apa adanya"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar