Selasa, 15 November 2011

Mengenal Ilmu Politik Kontemporer

kita dapat membedakan antara ilmu politik kontemporer dengan ilmu politik klasik dengan hasil yakni :
karakteristik ilmu politik kontemporer :

  1. Suatu kajian yang berangkat dari asumsi mengenai determinisme dan hukum kausasi universal. Dimana pengetahuan berbentuk hubungan sebab akibat dan menjadi pengetahuan yang ilmiah.
  2. Dalam ilmu politik kontemporer kajian membedakan antara fakta dengan nilai. Fakta nantinya akan diperoleh dari obsevarsi empirik yang bisa diuji kebenarannya. Dan nilai yang setara dengan ;penalaran dan konflik sehingga nilai tanpa membuat penilaian yang satu dengan yang lainnya terpengaruhi.
  3. Melalui ilmu politik kontemporer suatu masalah dapat dianalisis, menjelaskan permasalahan atau suatu fenomena serta meramalkan peristiwa=peristiwa kedepannya.
  4. Dalam ilmu politik kontemporer ilmuawan dengan nilai sendiri berlaku sebagai pengamat politik tidak bertindak sebagai aktor politik
  5. Memberikan pertimbangan nilai yang instrumental bukan berdasarkan nilai dasar dan tujuan masyarakat

Karakteristik ilmu politik klasik :

  1. Kajian bersifar normatif-preskriptif, berdasarkan prinsip preferensi yang dipandang tertinggi dalam politik
  2. Fakta dan nilai merupakan entitas yang berkaitan erat.
  3. Memulai kajian dari pengetahuan akal sehat sehingga nantinya menjadi pengetahuan yang ilmiah.
  4. Pernyataan normaif dapat diuji melalui dialektikadalam bentuk verbal bukan tindakan
  5. Rekomendasi diberikan berdasarkan tujuan dan nilai terbai maupun sarana dan cara terbaik untuk mencapai tujuan itu.
  6. Ilmuwan politik dalam ilmu politik klasik dianjurkan mengalami realitas politik untuk memahami dan membuat refleksi atas realitas politik.

Melalui perbedaan karakteristik antara ilmu politik kontemporer dengan ilmu politik klasik dapat ditarik kesimpulan bahwa hanyalah tolak ukur the best regime yang menjadi perbedaan dan Marciavelli merupakan penejmbatan kedua paradigma ini.
Selain dapat mengetahui perbedaaan antara ilmu plitik kontemporer dengan ilmu politik klasik kita juga bisa mengamati perbedaan ilmu politik klasik dengan modern. Diantaranya, bahwanya ilmu politik klasik mengkritik ilmu politik modern yang dianggap menyembunyikan asumsi normatif dan preskriptifnya dan lebih memperhatikan metodologi dari pada substansinya sehingga ilmu [politik modern tidak mampu menjawab pertanyaan fundamental ilmu politik. Hal ini dicontohkan dalam pandangan aristoteles mengenai konflik antara oligarhi dan demokrasi.
Senada dengan itu Strauss mengatakan bahwa ilmu politik modern mau tidak mau mengubah dirinya menjadi historisme, hal ini dikarenakan penelaahaan budaya ilmu politik modern yang didasarkan pada konseptual yang berasal dari sistem politik barat sehingga tidak sesuai dengan budaya lainnya. Selain itu dengan membedakan nilai dan fakta ilmu poliytik modern menjadikan ilmu politik sekedar variabel dependen.
Agar perbedaan sub kajian antara ilmu politik kontemporer dengan ilmu politik klasik penulis menyertai dengan kajain kritis tentang demokrasi. Melalui demokrasi yang ditulis oleh hutington dapat dijadikan kajian untuk kajian ilmu politik yakni, demokrasi dipahami melalui 3 hal yaitu sumber kewenangan bagi pemerintahan, tujuan yang hendak dicapai pemerintah dan prosedur pembentukan pemerintahan. Melalui 3 bagian itu sumber dan tujaun merupakan kajian ilmu politik klasik sehingga disebut ilmu demokrasi klasik dan prosedur menjadi kajian ilmu politik kontemporer.
Dalam bahan singakt ini terdapat paradigam alam kajian perbandingan politik, Sidney Verba secara retrospektif menyebt beberapa prestasi dicapai perbandingan politik sebagai subbidang kajian ilmu politik yakni :

  1. Lingkup perbandingan politik yang telah mencakup dunia ketiga.
  2. Kajian mendalam yang bersifat interdisiplin terhadap suatu negara.
  3. Penggunaan metode behavioral dalam ilmu politik yang semakin luas.
  4. Perhatian yang lebih besar atas generalisasi sebagai tujuan utama kajian ilmu sosial.
  5. Teori liberal-pluralis mengenai pembangunan semakin diperkaya.
Interelasi antara faktor ekonomi dan politik yang dimodifikasi untuk menjelaskan perilaku politik
Semakin menaruh perhatian pada logika perbandingan sebagai metodologi dan design penelitian.

Tidak saja prestasi tentunya juga ada kelemahan dari perbandingan politik yakni :

  1. Analisis dan datanya tidak berdasarkan teori dan karena itu tidak bersifat prediktif.
  2. Kajian perilaku an institusi politi terlalu berorientasi pada Barat.
  3.  Hanya sejumlah kecil pernyataan menegnai perilaku politik manusia dan lembaga politik lintas ruang dan budaya yang mendapat dukungan data empirik.

Melalui perbandingan politik ini terdapat ketidak puasan sehingga memunculkan kredo pascabehavioral yangf mengandung tema yakni :

  1. Subtansi mendahului teknik sehingga permasalahan penting masyakrakat menjadi utama daripada metodologi.
  2. Behavioralisme secara ideologik bersifat konservatif.
  3. ilmu tidak dapat dievaluasi secara netral, fakta tidak bisa dipisahkan dari nilai,
  4. ntelektual harus bertanggung jawab kepada masyarakat.

Demikian review dari bahan State of Art Ilmu Politik, dalam pembuatan review saya mengalami kesusahan dalam memahami alur penulisan serta kaitan ilmu politik kontemporer, ilmu politik klasik dengan kajian pendekatan pembangunan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar