Sabtu, 19 Oktober 2013

“ Teori-Teori Pembangunan dan Keterbelakangan”




            Dalam buku Ronald Chilcote, chapter 7[1],  menjelaskan berbagai macam teori-teori terkait dengan pembangunan, keterbelakangan dan imprealisme yang bersumber dari pemikir-pemikir ortodok maupun radikal yang dibatasi oleh beragam interpretasi Marx dan Weber. Chilcote menjelaskan (1) pembangunan politik yang banyak dipengaruhi oleh dalil-dalil demokrasi ( Almond 1965), (2) Pembangunan dan Nasionalisme, melihat situasi beragam di masyarakat Afrika, Amerika Latin dan Asia, atas adanya perbedaan suku, etnik, bahasa, agama dll sehingga memunculkan kesadaran berbangsa ( Hayes: 1960, Kohn: 1968, Shafer: 1955). setiap adanya pembangunan harus dikaitkan dengan nasionalisme, karena nasionalisme dipercayai sebagai impuls ideologis dan motivasi dari pembangunan itu sendiri. (3) Modernisasi, didasari oleh Weber dan Parsons, adanya hubungan klasifikasi masyarakat tradisional dan modern. sehingga untuk memahaminya ada tahap-tahap dan modernisasi sebagai upaya menghindari implikasi tak linear dan evolusioner. Modernisasi mempelajari, tantangan modernisasi bagi masyarakat tradisional, konsolidasi pemimpin modern, melemahnya pimpinan tradisional, transformasi ekonomi, dan integritas masyarakat. modernisasi banyak dikritik oleh pemikir-pemikir ortodoks. (4) Keterbelakangan, jika teori pembangunan dekat dengan negara-negara maju, maka teori keterbelakangan dekat dengan negara-negara berkembang atau dikatakn sebagai negara ketiga. Keterbelakangan sendiri bersumber dari gagalnya pendekatan difusionis dari kapitalisme. Teori keterbelakangan cendrung tumpang tindih terkait, pembangunan kapitalis dipusat dan keterbelakangan di batas luar, ketidakmerataan pembangunan dan ketidakseimbangan pembangunan. (5) Ketergantungan, diyakini akibat adanya ekspansi dari negara-negara dominan. Namun, Teori ketergantungan memiliki banyak sudut pandang sehingga tidak adanya kesatuan dari teori ini.  (6) Imprealisme, yang berhubungan dengan negara-negara dominan(atas), baik dalam control politik, ekonomi, atas negara-negara bawah ( Cohen:1973) di terakhir Chapternya, Chilcote menutup dengan (7) prospek-prospek teori pembangunan, chilcote berargumen, bahwa dengan penjelasan sebelumnya baik ortodok maupun radikal dapat membantu mengklarifikasi dalam arahan perumusan teori-teri pembangunan dan keterbelakangan dalam dunia kontemporer.
Dengan adanya kajian terhadap teori-teori pembangunan dan keterbelakangan tersebut, merupakan sebuah upaya dalam pengujian kritis terhadap isu-isu dan masalah-masalah masyarakat revolusioner dalam upaya pembebasan dari cengkraman kapitalisme dan dapat melihat bagaimana upaya negara ketiga dalam membangun dan membentuk masa depan dengan satu arahan sosialis. saya melihat bahwa, memang untuk terbentuknya negara sosialis atau negara merdeka sekalipun harus mampu melepaskan diri dari hegemoni dari negara-negara kapitalis yang telah merusak sistem baik politik maupun ekonomi. Hegemoni kapitalis berati adalah ekploitasi terhadap baik SDA maupun SDM dari negara ketiga, sehingga menyebabkan adanya keterbelakangan dan ketergantungan yang mesti diperangi melalui jalur revolusioner. Namun, apakah negara ketiga saat ini telah mampu melepaskan cengkraman kapitalisme? atau semakin banyak negara ketiga yang susah melepaskan diri dari negara atas (satelit) ?



[1] Ronald H. Chilcote, Teori Perbandingan Politik :Penulusuran Paradigma. Raja Grafindo Persada  : Jakarta. chapter  7

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar