Selasa, 29 Januari 2013

Dramaturgi Politik akhir tahun 2012





beberapa hari ini kita disuguhi oleh sebuah sinetron drama yang dimainkan oleh KPK dan POLRI, sungguh ini tak lebih suguhan yang memalukan publik. tidak saja bagi Indonesia tetapi dimata dunia, dua instasi penegak hukum yang dibiayai rakyat. ada apa? dan kenapa harus terjadi peselisihan antara kedua instasi ini? kemana presiden yang mengobarkan kampanye anti korupsinya? tiga pertanyaan ini kan penulis coba telaah dalam blog opini penulis ini.

sebenarnya drama POLRI VS KPK sudah pernah terjadi waktu KPK di pimpin oleh bibit dan chandra. saat itu terkait pengusutan rekening gendut POLRI dan ditahannya susno oleh KPK. dan drama ini terulang kembali. drama ini hanyalah pengalihan isu publik terhadap persoalan yang harusnya dituntaskan. baik terhadap korupsi oleh djoko susilo oknum POLRI yang bisa saja akan seperti susno (sudah cakak baru takana silek), hartati yang merupakan pengusaha sekaligus pendonor terbesar untuk keluarga cikeas. serta masalah RUU KAMNAS yang tarik ulur di DPR dengan pemerintah.

3 permasalahan ini adalah dugaan penulis yang sangat erat kaitannnya dengan drama POLRI vs KPK ini. korupsi djoko susilo merupak hentakan diantara kesunyian yang di buat KPK, saya menduga adalah pintu awal KPK untuk mengusut rekening POLRI yang gendut. tentunya ini berefek ketidak nyamanan instasi penegakan hukum. pertama, citranya sebagai penegak hukum telah mendapat cacat dimata rakyat (salamo ko alah juo si). kedua, ketakutan akan pengusutan permasalahn ini yang kan menarik nama2 petinggi di POLRI sekaligus akan menguatkan dugaan rekening gendut POLRI bersumber dari pemerasan dan korupsi di tubuh POLRI.karena harus kita cermati saat KPK memberikan pernyataann adanya korupsi djoko susilo POlri seperti mengawani djoko dan seperti adanya pengusatan di dalam tubuh polri dahulu dan membuat skenario untuk jawaban djoko di KPK nantinya.

mungkin bagi kawan2 yang mengamati berita mulai dari KPK menangkap djoko, ada jeda, nah jeda ini yang saya anggap sebagai teknikal meeting untuk pembuatan skenario ditubuh POLRI yang sedang sibuk saat itu menaikan ratingnya dengan teror2 BOMnya (masak mode itu bana densus 88, latihan se harus pulikasi gadang2. tidak saja skenario untuk jawaban djoko di KPK, tapi juga skenari penghancuran KPK dengan menarik penyidik POLRI di tubuh KPK dengan pesakitan pertama yakni NOVEL BASWEDAN (kabanyo beliau indak pernah ado pelanggaran HAM dan dikenal bersih di KPK).

seperti bumerang, KPK mengalami kejutan dari POLRI dengan skenarionya ini. yang sedang menelusuri korupsi ditubuh Demokrat dan pengangkatan kasus century lagi. penyidik terbaiknya dilindungi dan tentunya KPK bukan instasi tanpa penyokong, LSM anti korupsi salah satu penyokong terbesar (ndak ado KPK ntu laporan data2nyo stagnan ndak tibo lah gaji dari founding) kekuatan presure group ini tentunya bergandengan dengan mahasiswa dan rakyat. kuat lah sokongan terhadap KPK. makanya tak salah, banyak yang mendukung KPK samapi saat ini.

itu dugaan saya yang pertama atas latar belakang kasus POLRI vs KPK, namun analisis ke dua saya adalah adanya kaitannya dengan CIKEAS. saya bukan pemilih SBY 2009 dan bukan pendukung presiden manapun saat 2009. bukan juga pendukung partai manapun di 2009.

perlu kita ingat kembali argument Kwik Kwan Ge ( latara belakangnyo saat itu adalah anggota partai PDI-P), saat mega jadi presiden "partai yang berkuasa adalah partai terkorup" dan nyatanya selama 2 tahun ini demokrat mengalami pesakitan itu. century, dan korupsi ditubuh demokrat adalah perkara yang berkaitan dengan pemenangan SBY di tahun 2009. ingat bagaimana ANTASARI menjadi tumbal terhadap century dan pengusutan data pemilih tetap dalam 2009. dan ingat bagaimana SRIMULYANI yang saya yakini sebagai tumbal terkait century untuk menutupi budiono dan SBY dipanggunng politik 2009.

CIKEAS pernah di angkat dalam GURITA CIKEAS yang tidak mendapatkan kepercayaan publik yang besar saat itu, malah buku jawabannya dianggap sahih mengheningkan fakta2 terhadap cikeas. beberapa kali saya ucapkan baik di FB maupun di twitter saya bahwa, CIKEAS sedang bermimpi jadi CENDANA, dan berharap ORBA PART II.

kembali kita refleksi, KPK sebuah instasi penegak hukum yang dikuatkan oleh SBY sejak 2004 KPK seperti sapu bersih tanpa kendali dan SBY lah yang berjasa membangun citra kuat terhadap KPK. namun ini kesalahan SBY yang fatal, KPK seperti anak ular yang mulai dewasa, yang hari ini menggrogoti tubuh demokrat. perlu dipelajari, demokrat terdiri atas dua kubu, kubu anas dan kubu cikeas, kekalahan marzuki ali dalam pertarungan ring 1 demokrat menyakitkan cikeas, karena perlu kita yakini bahwa anas urbaningrum satu2nya tokoh 98 yang mampu menembus kursi ketua umum partai politik yang mendapat dukungan dari banyak pihak terutama kawan2 aktivis 1998 dan generasi muda 90an. jika benar2 mengharapkan reformasi, tentunya kita yang bermimpi untuk reformasi indah, harus ditukarnya pemimpin yang berusia orba di negeri ini, lihat betapa lambatnya regenerasi partai politik dan anas membuktikan satu2nya kekuatan 98 dan kaum muda, karena tidak semua partai bisa dikalahakn oleh kaum muda, lihat GOLKAR, PAN, PDIP, PPP, PKB dan lainnya yang dikuasai oleh manusia2 ORBA. (lihat pertarungan budiman, ke PDIP, ternyata oligarki ditubuh PDIP, mega digantikan anaknya, apa pantas? apa tidak ada yang lain, apa se kaliber budiman (PRD) adalah orang yang tidak sanggup menggantikan mega) (ketakutan kaum tua jika negara ini dipimpin kaum muda. dan juga harus kita pelajari kasus korupsi hambalang yang menyeret nama ketua umum demokrat, (sampai hari ini KPK tidak dapat mebuktikan ucapan nazarudin) terserah anda percaya atau tidak, tapi antasari adalah sumber kepercayaan saya yang utama saat ini, bahwa orang baik harus disingkirkan dinegara mafioso ini.

kembali ke cikeas, cikeas terusik dari dalam dan luar, dan cikeas tidak terima. apalagi salah satu donatur teresar demokrat diciduak KPK. salah satu senjata cikeas adalah mengangkat TIMOR PRADOPO ( harusnya manusia ini penanggung jawab trisakti dan harusnya di pecat layaknya PRABOWO dan harusnya juga persidangan HAM untuk WIRANTO). timor di yakini akan bisa menjinakan KPK. dengan masalah internal POLRI yang di usik dan penuntasan permasalahan korupsi di KPK adalah dua bola panas yang dapat di benturkan dan meninggalkan arang ketidak bersalahan cikeas sebagai dalang.

kenapa saya katakan cikeas inginkan seperti cendana, RUU KAMNAS jawabannya.
dengan salah satu tawarannya ke POLRI untuk meperkuat tubuh POLRI karena jika RUU KAMNAS di muluskan DPR maka akan ada revisi UU POLRI dan POLRI akan menjadi kekuatan utama didalam negara.(bola salju)

RUU KAMNAS, Keamanan NAsional. sudah 4 kali ditolak DPR alasannya revisi tidak dijalankan oleh pemerintah. saya meyakini pembagian kue alias lobi tidak mencapai kata sepakat. muncullah teroris, penembakan misterius di solo, pelajar tawuran sampai mati, ambon mulai gejolak lagi, pemberontakan di ladang2 sawit, dan hari ini pamer senjata TNI sebagai pendukung RUU KAMNAS, dengan memajukan opini "senjata indonesia belum memadai". ( silahkan amati media sejak RUU kamnas diajukan tepatnya saya kurang tau yang jelas 3 bulan terakhir) media menyajikan ini agar rakyat mendesak DPR untuk mensahkan RUU KAMNAS segera. dan saya yakini polri vs KPK juga upaya memuluskan RUU KAMNAS yang di tolak DPR (PDIP-oposisi) dan kenapa RUU KAMNAS ini tidak mulus menurut saya adalah muatan RUU KAMNAS yang mengandung nuansa ORBA (harapan SBY untuk jadi PAK HARTO) dan barang tentu mencederai semnagt reformasi, dan jelas bertentangan dengan demokrasi karena militerisasi akan terjadi (WAJIB MILITER) (silahkan cari RUU KAMNAS dan analisa sendiri, bagi militer ini mendapatkan dukungan besar agar RUU KAMNAS terwujud, gadang proyek liak cuy di TNI (memudahkan TNI untuk menganggarkan dana ALUTSISTA) dan POLRI (kekuatan keamanan didalam))

RUU KAMNAS adalah RUU yang harus disahkan menjelang 2014, ini dugaan terbesar saya hari ini. dan sebagai generasi muda cikeas berhasil mebuat wacana publik untuk memuluskan RUU KAMNASnya.

nah akhirnya sampai ketitik ini, kemana SBY??? SBY tidak kemana-kemana, kawan2 bisa lihat sejak demokrat dirundung musibah SBY seorang pendiam dan presiden terkalem di Indonesia. tapi ini bukan berarti SBY menyerah atau tunduk.SBY sedang menggagas misi terbesarnya untuk dapat menaikan kalangan cikeas di 2014.

tapi saya tidak sepenuhnya menyalahkan cikeas, cikeas begini tentu tidak sendiri, koalisi yang dibangunnya adalah salah satu kekuatan cikeas saat ini. (kenapa cikeas dan koalisi kenapa bukan demokrat dan koalisi? karena SBY lah yang berkoalisi, anas sebagai ketua umum sedang dimatikan tajinya, aturannya Ketua umum yang harusnya berkoalisi bukan dewan pemina bukan)

dan permasalahn yang di pikul cikeas ini berdampak terhadap pemanfaatan pemulusan pertarungan 2 jendral di 2014 dan pemanfaatan  terbesar GOLKAR dalam pemilu 2014. kenapa? ( GOLKAR 2009-2012 hampir tidak mengalami prolem esar, karena GOLKAR sedang menuntaskan permasalahan internalnya dan membangun koalisi untuk partai pemenang di 2014)serta partai2 lainnya yang sedikit saja jeli memanfaatkan permasalahan ini, seperti PKS ( mau menfaatkan e, cagub saja tidak menang kemarin, korupsi menjalarpun disana)

ini hanyalah opini yang saya himpun dari banyak pihak selama keberadaan saya di jakarta, baik yang saya peroleh dari kawan2 didalam partai politik, kawan2 pekerja di DPR, kawan LSM, kawan2 akademisi dan diskusi2 saya dengan banyak pihak baik didunia nyata maupun maya. serta dari liputan media terutama TV ONE dan METRO TV, serta media KOMPAS dan koran2 jalanan lainnya.


bagi yang mau memahami lebih lanjut dan lebih ilmiah silahkan baca RUU KAMNAS dan silahkan di ANALISIS dan silahkan kumpulkan media cetak dan elektronik dari tahun 2009 sampai sekarang dan silahkan dianalisa framing atau teori2 komunikasi politik lainnya.  dan silahkan pelajari prahara ditubuh demokrat mulai dari terpilihnya ANAS dan kalahnya MARZUKI, buku gurita cikeas dan cikeas menjawab. dan silahkan di analisa juga kasus korupsi bank century, kriminalisasi cicak buaya,pemunuhan yang menjebak ANTASARI, POLRI vs KPK, teroris 2012, tawuran pelajar, aksi demontarasi mahasiswa 2 tahun belakangan yang berujung rusuh, kerusuhan2 SARA, terorisme, penembakan misterius di solo, dan kasus bupati buol yang melibatkan hartati.

dan mungkin dapat merefleksikan kembali kasus susno dwi aji yang hilang ditelan gurita. serta kepemimpinan SBY ketika disandingkan dengan partai GOLkar JK ketimbang disandingkan dengan BUDIONO (demokrat jua).


dan terpilihanya GAMAWAN FAUZI jadi mendagri( betapa rusuhnya dlam negeri ini, RUU PEDESAAN, RUU PEMDA, RUU PILKADA)


baiklah, itu opini yang bisa saya sampaikan. dan sebagai keyakinan saya dramatugi politik ini akan berakhir di 2014 dengan cara tenggelam ditelan bumi seperti kasus munir, wiranto, petrus, orang2 hilang selama orba, dan akan seperti sebuah dongeng kematian TAN MALAKA, dan SOE HOE GIE, tidak jelas rimbanya.

polithea-poliney, JAKARTA 7 Oktober 2012





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar