Selasa, 29 Januari 2013

Komunikasi Politik



Bertolak dari konsep komunikasi politik yang merupakan uraian yang telah dibahas sebelumnya, maka upaya yang dimaksud untuk memahami konsep komunikasi politik menurut Dahlan (1999) dalam Cangara (2009 : 35) ialah suatu bidang atau disiplin yang menelaah perilaku dan kegiatan komunikasi yang bersifat politik, mempunyai akibat politik, atau berpengaruh terhadap perilaku politik. Defenisi lain tentang komunikasi politik juga diuraikan oleh Meadow dalam Nimmo (2004) dalam Cangara (2009 : 35) membuat defenisi bahwa “political communication refers to any exchange of symbols or messages that to asignificant extent have been shafed by or have congsequences for political system.” Defenisi Meadow tentang komunikasi politik ditekankan pada symbol simbol atau pesan yang disampaikan itu secara signifikan dibentuk atau memiliki konsekuensi terhadap sistem politik.

1. Konsep Strategi Komunikasi
Kata strategi berasal dari bahasa Yunani klasik, yaitu “ stratos” yang artinya tentara dan kata “agein” yang berarti memimpin. Dengan demikian, strategi dimaksudkan adalah memimpin tentara. Lalu muncul kata strategos yang artinya pemimpin tentara pada tingkat atas. Jadi, strategi adalah konsep militer yang bisa diartikan sebagai seni perang para jenderal (The art of general) Cangara (2009 ; 292). Dalam strategi adalah prinsip yang harus dicamkan, yakni tidak ada sesuatu yang berarti dari segalnya kecuali mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh musuh, sebelum mereka mengerjakannya. Clausewitz (1780-1831) dalam Cangara (2009 ; 292) merumuskan strategi sebagai seni yang menggunakan sarana pertempuran untuk mencapai tujuan perang. Sementara Marthin-Anderson (1968) dalam Cangara (2009 ; 292) merumuskan strategi sebagai seni yang melibatkan kemampuan intelegensi/ pikiran untuk membawa semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan dengan memperoleh keuntunganyang maksimal dan efisien. Karena itu, para pakar strategi tidak hanya dari kalangan militer tetapi juga dari profesi lain misalnya pakar strategi Henry Kessinger berlatar belakang sejarah, Thomas Schelling berlatar belakang ekonomi, dan Albert Wohlsetter berlatar belakang matematika. Dari berbagai defenisi dan konsep strategi, maka dapat dirumuskan tentang batasan pengertian strategi komunikasi sebagai suatu rancangan yang dibuat untuk mengubah tingkah laku manusia dalam skala besar melalui transfer ide-ide baru. Rogers (1982) dalam Cangara (2009 ; 292).

2. Unsur-Unsur Komunikasi Politik
Komunikasi politik sebagai body of knowledge memiliki unsur-unsur yang terdiri dari sumber (komunikator), penerima (komunikan), pesan (message), media atau saluran, dan efek. Nimmo (1987) dalam Cangara (2009 : 37). Carl I Hoveland dalam Sumarsono (1989:35) mengemukakan bahwa unsur-unsur ini dalam komunikasi politik terdapat dalam tiga situasi atau struktur politik, yaitu unsur suprastruktur politik, infrastruktur politik dan unsur komunikator maupun komunikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar